Sukses Usaha Budidaya Tanaman Kunyit

By on March 24, 2015
Sukses Usaha Budidaya Tanaman Kunyit Reviewed by Peluang Bisnis on . This Is Article About Sukses Usaha Budidaya Tanaman Kunyit

Sukses Usaha Budidaya Tanaman Kunyit — TAKSONOMI KUNYIT Sistematika tanaman kunyit adalah sebagai berikut ,Divisio : Spermatophyta.Sub Divisio : Angiospermae.Kelas : Monocotyledoneae.Ordo : Zingiberales.Famili : Zingiberaceae.Genus : Curcuma.Spesies : Curcuma domestica VAL. (C.longa Auct) MORFOLOGI KUNYIT 1. Batang Merupakan tanaman tahunan yang tumbuh merumpun. Berbatang basah dan merupakan batang semu yang tersusun atas pelepah-pelepah daun yang […]

Rating: 4

Sukses Usaha Budidaya Tanaman Kunyit — TAKSONOMI KUNYIT Sistematika tanaman kunyit adalah sebagai berikut ,Divisio : Spermatophyta.Sub Divisio : Angiospermae.Kelas : Monocotyledoneae.Ordo : Zingiberales.Famili : Zingiberaceae.Genus : Curcuma.Spesies : Curcuma domestica VAL. (C.longa Auct)

Sukses Usaha Budidaya Tanaman Kunyit

Gambar Kunyit

MORFOLOGI KUNYIT
1. Batang
Merupakan tanaman tahunan yang tumbuh merumpun. Berbatang basah dan merupakan batang semu yang tersusun atas pelepah-pelepah daun yang saling menutup dan membentuk batang yang tingginya mencapai 0,75–1m
2. Daun
Bagian-bagian penyusun daun adalah pelepah daun, gagang daun, dan helai daun. Panjang helai daun antara 31–84 cm, sedangkan lebar daun antara 10–18 cm. Aroma daun dan rimpang kunyit amat khas dan daun kunyit dapat dimanfaatkan untuk bumbu penyedap masakan seperti gulai dan rendang.
3. Bunga
Bunga merupakan inflorencia (bersusun). Bunga biasanya muncul dari ujung batang semu. Panjang bunga antara 10–15 cm. Bunganya berupa bunga majemuk berwarna merah, putih atau kuning pucat dengan pangkal berwarna putih. Bunga-bunga ini biasanya mekar bersamaan.
4. Rimpang
Rimpang atau akar tinggal atau akar rimpang berbentuk bulat panjang dan membentuk cabang rimpang berujud batang yang berada di dalam tanah. Bentuk rimpang bulat atau bulat memanjang dan memiliki akar serabut. Rimpang kunyit memiliki 2 bagian tanaman yaitu rimpang induk atau umbi utama dan tunas atau cabang rimpang.
III. BUDIDAYA KUNYIT
1. Syarat tumbuh
Kunyit banyak dijumpai di dataran rendah maupun dataran tinggi sampai pada ketinggian 2.000 m dpl, bercurah hujan antara 2.000–4.000 mm/tahun, dan suhu udara sekitar 19 – 30º C. Tanaman kunyit dapat dibudidayakan sepanjang tahun, namun yang paling baik pertumbuhannya adalah ditanam pada awal musim hujan.

2. Bibit
Bibit atau perbanyakan yang berasal dari pemecahan rimpang umumnya relatif lebih mudah tumbuh meskipun ditanam alakadarnya.
Untuk memperoleh bibit yang baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Bibit harus berasal dari tanaman yang tumbuh subur, segar, sehat, berdaun banyak dan hijau, kokoh, serta terhindar dari serangan penyakit

Bibit berasal dari tanaman yang telah cukup umur atau berasl dari rimpang yang telah berumur lebih dari 7 bulan atau paling tidak telah berumur setahun.

Lebih baik lagi apabila bibit telah dilengkapi dokumen atau mendapat pengakuan dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.
 Bentuk, ukuran, dan warna sedapat mungkin seragam.
 Kadar air cukup dan benih telah mengalami masa istirahat yang cukup.
 Benih terhindar dari bahan asing seperti : biji tanaman lain, kulit, kerikil, dan sebagainya.
 Selanjutnya bibit perlu menjalani beberapa perlakuan. Adapun perlakuan yang sering dilakukan petani adalah sebagai berikut :
 Bibit harus bersih
 Sebelum disemai bibit dibersihkan dari batang semu, sisa akar, dan kotoran yang melekat.
 Bibit harus sehat
 Pilih rimpang yang sehat, tidak cacat, tidak rusak, dan kulit luarnya masih kelihatan segar dan tidak berkerut.
 Memotong rimpang bakal bibit
 Maksud dari pemotongan ini adalah agar diperoleh ukuran, berat, serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas tiap rimpang. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1–3 mata tunas, berat potongan antara 20–30 gr, dan panjang rimpang sekitar 3–7 cm.

3. Merangsang pertumbuhan tunas
Untuk menyeragamkan pertumbuhan tunas setek rimpang maka dapat dilakukan upaya penumbuhan tunas. Cara-cara menumbuhkan tunas rimpang kunyit adalah sebagai berikut :
 Diangin-anginkan
Rimpang bakal bibit diangin-anginkan di tempat teduh dan lembab selama 1 – 1,5 bulan. Untuk mempertahankan kelembaban, suhu lingkungan, dan merangsang tumbuhnya tunas, perlu dilakukan penyiraman pada pagi dan sore. Bibit dapat tumbuh dengan baik bila disimpan dalam suhu kamar (25–28ºC).
 Menempatkan rimpang di antara jerami
 Untuk mempercepat tumbuhnya tunas adalah dengan menyimpannya di antara jerami dalam suhu 25–28ºC.
 Merendam bibit dalam larutan zat perangsang tumbuh (atonik) dengan perbandingan 1 cc per 1,5 ltr air selama 3 jam. Setelah itu, bibit ditempatkan pada persemaian.

4. Pengolahan tanah
Sementara dilakukan perangsangan tunas, dilakukan pengolahan tanah. Lahan dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik. Tujuan pengolahan tanah selain untuk menghilangkan gulma adalah untuk menggemburkan lapisan top soil maupu sub soil sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Lalu tanah yang telah diolah tersebut distirahatkan kira-kira seminggu, tujuannya adalah agar gas-gas beracun menguap dan bibit penyakit atau hama pun akan mati karena terkena sinar matahari.

5. Penanaman
Kebutuhan bibit per ha antara 0,50–0,65 ton/ha. Dari sini nantinya akan didapatkan hasil antara 20–30 ton/ha. Selanjutnya bibit ditanam, kedalaman tanam antara 5–10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas.
Tanaman kunyit dapat ditanam dengan 2 pola yakni penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7–8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan setelah dua kali musim kemarau (12–18 bulan). Kedua pola tersebut melakukan masa tanam yang sama, yaitu di awal musim penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panen. Adapun jarak tanam tanaman kunyit untuk pola penanaman awal musim hujan dan panen awal kemarau adalah 20–25 cm. Namun bila tanaman kunyit tersebut hendak ditanam dengan pola tanam kedua maka jarak tanamnya perlu disesuaikan yakni 60×40 cm atau 60×60 cm.

6. Pemindahan bibit semai
Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati untuk menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak. Bila ada tunas atau akar bibit saling berkait maka perlu dilakukan pemisahan secara hati-hati. Lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu agar memudahkan dalam pengangkutan ke lahan.

7. Pemeliharaan tanaman kunyit
a. Penyulaman
Penyulaman adalah penanaman susulan yang dilakukan apabila ada rimpang yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk.
b. Penyiangan dan pembumbunan
Perlakuan ini bertujuan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang biasanya sering mengganggu penyerapan air, unsur hara, dan mengganggu perkembangan tanaman. Hal ini biasanya dilakukan 3–5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. Penyiangan pertama dapat dilakukan pada saat tanaman berumur setengah bulan, bersamaan dengan itu dilakukan pembumbunan. Pembumbunan bertujuan untuk menjamin agar rimpang tumbuh besar dan tanah tetap gembur.
c. Perbaikan drainase
Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air maka drainase dan pengaturan pengairan perlu dilakukan secermat mungkin agar tanaman terbebas dari genangan air dan rimpang tidak membusuk.
d. Pemupukan
Selain pupuk dasar perlu dilakukan pemupukan susulan tahap kedua pada saat tanaman berumur 2–4 bulan. Pupuk dasar yang sering digunakan adalah pupuk organik sebanyak 15–20 ton/ha. Pupuk buatan yang sering dipakai yaitu Urea 20 gr/pohon, TSP 10 gr/pohon, dan ZK 10 gr/pohon. Pupuk buatan lain yang umum digunakan yaitu K2O 112 kg/ha pada tanaman umur 4 bulan. Dengan pemberian pupuk ini dapat diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7,5 ton rimpang segar/ha.
e. Pemberantasan dan pengendalian hama, penyakit
1. Penyakit busuk bakteri rimpang
 Gejala : kulit akar terlihat berkeriput dan mengelupas, kemudian rimpang lama-kelamaan membusuk dan keropos.
 Penyebab : Drainase yang kurang baik atau rimpang terluka karena alat pertanian sehingga kemasukan cendawan.
 Penanggulangan : Penyemprotan fungisida , misal Dithane M-45.
2. Karat daun
 Gejala : Pada daun timbul semacam karat berwarna coklat. Akan berbahaya bila menyerang tanaman muda atau daun muda karena sering mematikan.
 Penyebab : Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau insek (kutu daun) yang disebut Panchaetothrips.
 Penanggulangan : Mengurangi kelembaban dan dilakukan penyemprotan insektisida misal Agrotion 2 cc/ltr atau fungisida seperti Dithane M-45 secara teratur seminggu sekali.
3. Hama ulat penggerek akar
 Gejala : Tunas daun layu dan lama-kelamaan menjadi kering lalu membusuk. Serangan terjadi pada pangkal akar.
 Penyebab : Oleh serangan insek yang disebut Dichcrosis puntiferalis.
 Penanggulangan : Penyemprotan atau menaburkan insektisida misal Furadan 3-G.
f. Pemanenan kunyit
Tanaman kunyit siap dipanen umur 8–18 bulan. Saat panen yang tepat adalah pada musim kemarau karena sari atau zat yang terkandung dalam kunyit biasanya mengumpul. Ciri-ciri tanaman kunyit yang telah siap panen ditandai oleh berakhirnya pertumbuhan vegetatif, seperti terjadinya gejala kelayuan secara fisiologis atau terjadi perubahan warna daun dan batang yang semula berwarna hijau berubah menjadi kekuningan (tanaman kelihatan mati). Pemanenan dengan cara membongkar rimpang menggunakan cangkul atau garpu. Berat basah rimpang bersih per rumpun hasil panen dapat mencapai 0,71 kg. Produksi rimpang kunyit segar per ha biasanya antara 20–30 ton