Mengenal Jenis dan Karakter Bibit Kelapa Sawit

0
4

Mengenal Jenis dan Karakter Bibit Kelapa Sawit − Dalam usaha budidaya tanaman kelapa sawit, bibit adalah faktor pertama yang harus disiapkan setelah lahan penanaman sudah diolah. Selain menjadi faktor perttama, bibit juga menjadi faktor utama yang sangat menunjang keberhasilan usaha budidaya perkebunan kelapa sawit. Kualitas bibit kelapa sawit menentukan masa depan usaha budidaya hingga 30 tahun ke depan. Tanaman yang berasal  dari bibit kelapa sawit berkualitas akan memberikan hasil panen yang memuaskan selama tanaman tersebut hidup, sedangkan tanaman kelapa sawit dari bibit yang tidak jelas asal-usulnya tidak akan memberikan jaminan apakah dapat menghasilkan buah atau tandan kelapa sawit yang besar dan banyak, atau justru malah tidak bisa berbuah.

Mengenal Jenis dan Karakter Bibit Kelapa Sawit 1

Untuk memperoleh bibit kelapa sawit berkualitas diperlukan pemahaman mengenai jenis-jenis bibit yang selama ini dapat digunakan untuk budidaya oleh kebanyakan para pengusaha baik tingkat petani maupun tingkat perusahan perkebunan besar. Bibit kelapa sawit pada umumnya terbagi menjadi 3 jenis yaitu bibit liar, bibit unggul, dan bibit kultur jaringan. Berikut ini saya paparkan beberapa jenis bibit kelapa sawit tersebut.

1. Bibit Kelapa Sawit Liar

Mengenal Jenis dan Karakter Bibit Kelapa Sawit2

Bibit kelapa sawit liar adalah bibit yang diperoleh dari sumber yang tidak jelas. Bibit kelapa sawit liar biasanya digunakan para pekebun yang tidak memiliki cukup pemahaman tentang teknik pembiakan tanaman. Sering ditemukan petani mengambil biji, kecambah, atau bibit kecil yang sudah tumbuh dari tanaman kelapa sawit yang ada di kebun produksi. Bibit ini biasanya berasal dari biji sisa brondolan yang jatuh saat panen yang kemudian tumbuh di lahan produksi.

Penggunaan bibit kelapa sawit liar sangat berbahaya bagi keberlangsungan usaha budidaya tanaman kelapa sawit. Tanaman yang berasal dari bibit liar biasanya sulit berbuah atau meski berbuah, produktivitasnya tidak memuaskan. Bibit kelapa sawit liar baik masih dalam bentuk biji atau kecambah, sudah menjadi tanaman kecil, atau sudah menjadi tanaman berproduksi biasanya menunjukan ciri-ciri yang terlihat jelas. Ciri-ciri tersebut dapat dijelaskan sebagaimana yang tertera pada tabel berikut ini:

Ciri Bibit Kelapa Sawit Liar dalam Bentuk

Biji atau Kecambah Bibit Tanaman
  1. Tempurung bijinya tipis.
  2. Bijinya masih banyak mengandung serabut, permukaanya kasar dan kotor karena mengupasnya tidak dilakukan dengan benar.
  3. Panjang radikula (calon akar) dan plumula (calon batang) tidak seragam sebab memang tidak dilakukan seleksi biji.
  4. Persentase kematian dari biji/kecambah cukup besar sebab sebelumnya biji tidak direndam dalam fungisida.
  1. Pertumbuhan bibit tidak seragam sebab bibit berasal dari induk yang tidak sama.
  2. Persentase pertumbuhan bibit yang abnormal cukup tinggi.
  3. Bibit terlihat kurus karena endosperm yang berisi cadangan makanan berukuran kecil.
  4. Lebih mudah terserang hama penyakit.
  1. Tanaman yang tumbuh abnormal.
  2. Pertumbuhan tidak seragam baik tinggi, besar batang, maupun lebar tajuk.
  3. Produksi per tanaman sangat bervariasi, bahkan sekitar 25% tidak berbuah, 50% berbuah tapi rendemen minyaknya rendah, dan 25% kemungkinan berbuah baik.

2. Bibit Kelapa Sawit Unggul

Bibit kelapa sawit unggul adalah bibit yang diperoleh dari sumber tanaman induk yang memiliki sifat-sifat unggul seperti tahan serangan hama dan penyakit, produktivitasnya tinggi, serta memiliki pertumbuhan yang serempak. Bibit kelapa sawit unggul dapat diperoleh melalui teknik pembibitan tanaman yang sesuai prosedur dengan menggunakan bahan tanam (benih) yang sumbernya jelas. Untuk memperoleh bibit kelapa sawit unggul, Anda dapat mengikuti prosedur teknik pembibitan tanaman kelapa sawit seperti yang dijelaskan dalam blog ini. Sedangkan untuk memperoleh bahan tanam atau benih kelapa sawit yang sumber dan kualitasnya jelas, Anda dapat memesannya di balai penelitian kelapa sawit seperti di PPKS Medan, PPKS UU Marihat, atau Balai Penelitian Sembawa (Sumatera Selatan). Untuk metode pemesanannya silakan kunjungi link ini: [Cara Memesan Benih (Kecambah) Kelapa Sawit Dari PPKS Medan oleh Bobi Haryanto]

Benih kelapa sawit unggul biasanya menunjukan beberapa ciri-ciri yang cukup signifikan diantaranya

  1. Warna calon akar (radikula) berwarna agak kekuning-kuningan, sedangkan calon batang dan daun (flumula) berwarna keputih-putihan.
  2. Radikula lebih panjang dibandingkan plumula.
  3. radikula dan plumula tumbuh lurus dan saling berlawanan arah.
  4. Panjang radikula maksimum 5 cm, sedangkan panjang plumula 3 cm.

3. Bibit Kelapa Sawit Hasil Kultur Jaringan

Selain diperbanyak menggunakan bahan tanam berupa kecambah, tanaman kelapa sawit juga saat ini dapat dibiakan menggunakan teknologi kultur jaringan. Penggunaan teknologi kultur jaringan dalam penyediaan bibit kelapa sawit memberikan banyak keuntungan diantaranya:

  1. Dapat menghasilkan tanaman dengan produktivitas tinggi hingga 32 sd 40 ton TBS/ha/tahun.
  2. Mengatasi kesulitan pembiakan tanaman kelapa sawit dengan biji.
  3. Menghasilkan tanaman dengan tingkat pertumbuhan yang seragam.
  4. Menghasilkan tanaman dengan masa TBM lebih singkat.
  5. Mampu mengatasi masalah kesulitan perkecambahan, terutama pada varietas kelapa sawit yang agak sulit dikecambahkan.

Meskipun memiliki banyak keuntungan, penyediaan bibit kelapa sawit melalu teknologi kultur jaringan saat ini belum banyak dilakukan. Hal ini tak lain adalah karena adanya kendala modal yang cukup besar dalam menyediakan sarana prasarana yang menunjang teknik pembibitan tersebut. Namun sebagian perusahaan besar kelapa sawit kini mulai melirik potensi ini.

Demikianlah pembahasan mengenai beberapa jenis bibit kelapa sawit mulai dari bibit liar, bibit unggul, hingga bibit yang dihasilkan melalui pembiakan secara kultur jaringan. Semoga dengan artikel ini, Anda tidak lagi bingung menentukan bibit mana yang sebaiknya digunakan dalam budidaya tanaman kelapa sawit komersil.