Cara Membedakan Jenis Ikan Koi Lokal dan Impor

By on February 9, 2015
Cara Membedakan Jenis Ikan Koi Lokal dan Impor Reviewed by Peluang Bisnis on . This Is Article About Cara Membedakan Jenis Ikan Koi Lokal dan Impor

Cara Membedakan Jenis Ikan Koi Lokal dan Impor − Setelah kemarin kita berbicara mengenai beberapa jenis ikan koi, mungkin kita sudah menemukan jenis Ikan Koi yang kita sukai dan akan kita pelihara. Memelihara ikan koi bagi sebagain orang tentunya akan lebih mengasyikkan jika memelihara ikan koi dari anakan. Namun bagi kita khususnya pemula termasuk saya […]

Rating: 5
Cara Membedakan Jenis Ikan Koi Lokal dan Impor − Setelah kemarin kita berbicara mengenai beberapa jenis ikan koi, mungkin kita sudah menemukan jenis Ikan Koi yang kita sukai dan akan kita pelihara. Memelihara ikan koi bagi sebagain orang tentunya akan lebih mengasyikkan jika memelihara ikan koi dari anakan. Namun bagi kita khususnya pemula termasuk saya pasti kita akan kebingungan memilih anakan ikan koi yang berkualitas. Walaupun hanya untuk dinikmati sendiri tidak untuk kontes namun tentunya kita ingin ikan koi yang kita pelihara adalah ikan koi yang berkualitas dan mempesona agar memberikan rasa refresh, puas dan senang. Kalaupun nantinya ikan koi yang kita pelihara ada yang bisa menjadi juara itu adalah bonus yang luar biasa.
Cara Membedakan Jenis Ikan Koi Lokal dan Impor

Silsilah Ikan KOI ( GENE Tree Of Nishkigoi )

Kita dapat memilih dan membeli ikan koi di pasar ikan atau dipeternak ikan koi. Namun dari segi harga tentunya berbeda. Ikan koi di pasar ikan tentunya lebih murah jika dibandingkan harga ikan koi di peternak. Perbedaan harga ini disebabkan karena biasanya kualitas ikan koi di peternak lebih bagus jika dibandingkan dengan di pasar ikan. Namun bukan berarti bahwa ikan koi dipasar ikan  semuanya jelek. Jika kita cermat maka kita bisa mendapat ikan koi di pasar ikan dengan kualitas bagus namun dengan harga lebih murah. Lalu bagaimana cara kita memilih anakan ikan koi yang berkualitas? berikut beberapa tips memilih dan membeli ikan koi berkualitas.
  • Bagaimana cara membedakan antara ikan koi lokal dan koi impor?

1. Warna koi lokal kurang tajam dibandingkan dengan koi impor.

2. Warna koi impor lebih murni dibandingkan dengan koi lokal. Misalnya,warna putih pada koi impor
tidak pudar atau tidak kekuningan.
3. Bentuk tubuh koi lokal agak pipih, sedangkan koi impor bentuk tubuhnya lebih bulat tetapi tidak
tampak gemuk.
4. Sifat koi lokal lebih liar dibandingkan dengan koi impor. Buktinya, koi impor lebih gampang
ditangkap dibandingkan dengan koi lokal

  • Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam membeli ikan koi?
    1. Belilah koi di tempat yang bisa dipercaya atau pada breeder dan pedagang yang bonafit.
    2. Jika ingin membeli ikan koi jenis tertentu belilah pada penangkar ikan koi yang ikan koinya memiliki
    garis keturunan yang jelas
    3. Pilihlah pedagang yang tempat usahanya terbuka, karena pada tempat seperti itu, warna asli koi akan
    tampak jelas.
    4. Belilah pada penangkar yang memelihara ikan koinya dalam air bersih dan bersirkulasi lancar. Sebab,
    kesehatan koi lebih terjamin jika kondisi airnya bersih.
    5. Jika membeli koi dari tenaga kerja asing (khususnya Jepang), pakailah sistem borongan. Biasanya,
    tenaga kerja asing yang masa kontrak kerjanya sudah habis dan harus pulang ke negerinya akan
    menjual ikan koinya secara borongan.
  •  Apakah kita akan memilih memelihara ikan koi dari anakan atau sudah besar?
    Para Hobiis pemula disarankan untuk memelihara ikan koi dari anakan yang masih berukuran kecil, yaitu
    sekitar 10 cm. Pertimbangannya didasari pada beberapa alasan berikut ini:
    1. Harga anakan ikan koi yang berukuran kecil lebih murah jika dibandingkan dengan koi dewasa.
    Misalnya, dengan uang Rp. 100 rb kita dapat membeli 5 anakan ikan koi namun jika membeli ikan koi
    yang sudah besar kita hanya bisa membeli 1 ikan koi. Jika terjadi kegagalan maka anakan ikan koi yang
    kita beli tadi mati 1 maka kita masih memiliki 4 ikan koi, namun jika kita membeli yang sudah besar
    dan mati maka kita sudah tidak memiliki ikan koi lagi.
    2. Pemeliharaan dan Perawatannya lebih murah dan mudah jika dibandingkan dengan koi dewasa. Kita
    belum membutuhkan tempat yang luas dan biaya pakan yang besar.
    3. Peluang berubahnya sifat koi menjadi jinak cukup besar.
    4. Ada kepuasan tersendiri bagi kita jika kita bisa memelihara ikan koi dari kecil menjadi besar
  • Tips-tips apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih koi?
    1. Bentuk Tubuh
    a. Pilih koi dengan bentuk tubuh ideal. Perhatikan perbandingan antara tinggi tubuh dan panjang tubuh.               Idealnya, perbandingan tersebut adalah 1: 2, 3-3. Pilih juga yang bentuk tubuhnya bulat
    memanjang dan tidak terlampau gemuk.
    b. Jika dilihat dari atas, garis punggungnya tampak lurus alias tidak melengkung.
    c. Pilih koi dengan gaya berenang yang tenang dan seimbang. Gerakan yang seimbang dipengaruhi oleh
    posisi sirip yang simetris berpasangan. Koi yang bergaris tubuh seimbang di kalangan hobiis koi
    dikatakan memiliki jitai yang baik.
    d. Bentuk jitai yang paling ideal terdapat pada jenis cagoi, magoi, dan asagi. Bentuk tubuhnya
    ramping atau berbentuk gelondong, mirip gulungan benang obras. Keserasian bentuk garis luar
    tubuh dipengaruhi oleh hal-hal sebagai berikut:
    * Garis tulang belakang lurus. Jika dilihat dari sampmig, garis badan tampak melengkung, tidak
    berbentuk kurva atau lurus.
    * Sirip pektoral berbentuk bulat dan berukuran besar. jlka bentuk sirip pektoral persegi dan
    berukuran kecil, kualitas koi dianggap rendah.
    d. Sirip dada dan sirip perut harus sama besar. Sementara itu, ukuran sirip punggung dan sirip ekor
    harus proporsional dengan tinggi dan panjang tubuh.
    e. Bentuk kepala, mata, mulut, dan insang harus proporsional atau serasi. Perhatikan juga bentuk
    hidungnya. Jangan pilih yang terlampau mancung atau terlampau masuk hingga tenggelam di dalam
    timbunan daging. jika hidung tampak terbuka, kemungkinan besar koi tersebut pernah mengalami
    sakit pada insang.

Benarkah bentuk garis luar tubuh atau jitai juga berpengaruh pada kualitas koi?

Garis luar tubuhdikenal dengan sebutan frame, tetapi di Jepang lebih populer dengan istilah jitai. Koi yang berkualitas prima memiliki pola jitai standar. Pada jenis kohaku, pola jitai terdapat jelas pada tobi- hi-nya (pola warna), pada taisho sanke dengan pola sumi pada bagian kepala serta Shiro utsuri  dengan pola hi-nya (garis punggung) yang merupakan faktor pembawaan. Koi itu sendiri tidak memiliki pola warna dan ukuran yang bisa dibentuk melalul cara pembuahan (genetik).Di ajang kontes koi, unsur penilaian biasanya hanya berdasarkan pada kriteria standar, seperti warna, bentuk tubuh, dan sisik. Jarang yang memperhatikan garis luar tubuh atau jitai. Padahal garis luar tubuh inilah yang memberi ketegasan pada bentuk tubuh koi sehingga bentuk tubuhnya tampak proporsional dan keseimbangan pola warnan ya menjadi lebih jelas. Dalam proses penjurian yang lama, kriteria pertama yang dinilai oleh juri adalah jitai, bukan pola warna, sisik, atau ukurannya.

Warna dan Pola
a. Pilih warna yang cemerlang dan kontras. Demikian juga pola warnanya, harus memiliki batas yang
jelas. Contohnya, warna merah pada kohaku harus benar-benar cemerlang dan tampak cerah,
Sementara itu warna putihnya harus seputih salju, tidak kekuningan atau tidak memiliki bercak warna
lain.
b. Pertemuan antara warna merah dan putih harus berbatas tajam, tidak ada gradasi atau bayangan
warna merah. Terjadinya gradasi warna sering dijumpai pada koi lokal. Contohnya, seekor koi tidak
layak disebut sebagai tancho kohaku jika hiasan berupa bulatan merah di kepalanya melebar ke
mata, hidung, atau ke punggung. Koi semacam itu hanya disebut kohaku. Sementara itu, seekor koi
baru diakui sebagai jenis ogon jika tidak ada warna lain setitik pun pada warna platinum metaliknya.
c. Pilih koi yang pola warnanya simetris, antara warna tubuh bagian kiri dan warna tubuh bagian kanan.
d. Hati-hati dengan efek yang ditimbulkan sinar lampu karena dapat mengubah keaslian warna koi.
Karena itu, pilihlah koi pada Siang hari.
e. Belilah koi saat musim panas karena warna koi bisa teruji. Alasannya, pada musim panas
pertumbuhan koi sedang pesat sehingga jika terjadi perubahan warna akan tampak jelas. Pada musim
panas, warna koi jenis ogon yang hitam metalik akan tampil lebih prima.

Apa yang dimaksud dengan gradasi dan mutasi warna pada koi?

Gradasi atau perubahan pola warna  pada koi adalah hasil kerja keras bangsa Jepang selama ratusan tahun dalam melakukan penyilangan (cross breeding). Awalnya, para penangkar hanya memelihara koi yang berwarna tunggal. Lewat upaya penyilangan yang terus-menerus, dari koi warna tunggal ini akhirnya lahir berbagai variasi warna, dari dua warna hingga lima warna. Selain lewat penyilangan, munculnya pola warna pada koi juga disebabkan oleh terjadinya mutasi gen. Konon, akibat mutasi gen, pada era Meiji (1868-1911), bercak merah di bagian perut, pipi, dan kelopak mata koi jenis kohaku berpindah ke bagian kepala dan bagian belakang tubuh. Padahal kohaku adalah keturunan dari asagi yang berciri bercak hitam di bagian perut dan pipi. Mutasi warna terjadi akibat terjadinya perubahan sel kromosom yang berfungsi sebagai pembawa sifat keturunan pada koi (termasuk pigmen warna di dalam sel). Perubahan ini akan menghasilkan sifat baru pada keturunan koi yang nantinya diteruskan pada generasi-generasi berikutnya.

 Kesehatan

a. Hindari memilih koi yang tampak lesu, gerakan renangnya lamban dan tidak seimbang, atau banyak berdiam di dasar kolam.

b. Insang yang bergerak cepat menandakan ikan sedang mengalami kesulitan bernapas. Sebaiknya koi
tersebut tidak dipilih karena kondisinya tidak sehat.
c. Pilih koi yang bersirip tegak. Artinya, sirip tersebut tidak jatuh terkulai
d. Hindari koi yang selalu menyendiri atau menjauhi teman-temannya. Perilaku tersebut bisa dianggap
sebagai naluri koi agar tidak menularkan penyakit kepada teman-temannya.
e. Walaupun warnanya cerah dan memenuhi persyaratan sebagai koi yang berkualitas,
sebaiknya tidak mengambil risiko dengan membeli koi yang mengalami berbagai gejala seperti di atas.
Sebab, kalaupun bisa disembuhkan, ada kemungkinan koi akan mengalami cacat fisik atau
pertumbuhaannya tidak sempurna.