Meraup Keuntungan Dengan Bisnis Kuliner Khas Indonesia

0
24
www.suksesbisnisusaha.com

Meraup Keuntungan Dengan Bisnis Kuliner Khas Indonesia — Menyebut makanan khas Indonesia rasanya tentu belum lengkap ya bila tidak menyebutkan rendang. Kekayaan kuliner yang berasal dari Sumatera Barat ini memang pantas menjadi salah satu dari sekian makanan paling enak di dunia. Selain memiliki rasa yang kaya akan rempah-rempah, rendang juga memiliki daya tahan yang sangat baik bila disimpan dalam waktu yang lama. Bahkan aroma dan rasa rendang tidak akan berubah bila disimpan di freezer lemari pendingin lho.

www.suksesbisnisusaha.com
www.suksesbisnisusaha.com

Berawal dari rendang, banyak sekali pebisnis sukses yang berhasil mempopulerkan resep masakan khas Indonesia yang satu ini. Salah satu diantara produsen rendang yang paling tersohor pastilah Rendang Erika.

Sejarah awal Rendang Erika

Awal sejarah Rendang Erika rupanya dicetuskan oleh seorang ibu rumah tangga bernama Eriani. Kala Itu Eriani hendak mengikuti jejak kesuksesan sang mertua yang sudah terlebih dahulu memiliki bisnis rendang dengan merek Yolanda. Nama Rendang Erika sendiri berasal dari singkatan namanya dan nama sang anak “Fransiska”.

Awal perkembangan bisnis Rendang Erika dimulai dengan konsep homemade yang sangat sederhana. Kala itu, bermodalkan uang sebsar Rp 50.000,- Eriani memanfaatkannya untuk membeli 15 butir telur dan 15 butir kelapa. Setiap butir rendang telur dikemas dalam kemasan kecil berukuran 50 gram.

Bisnis yang dirintis ternyata tak selalu berjalan mulus tanpa hambatan. Rendang Erika melewati tahap perkembangan yang cukup lambat. Namun sang pemilik bisnis tidak lantas menyerah begitu saja. Ia berusaha memasarkan produknya ke sejumlah warung, kantor dan toko-toko. Demi mencapai omset sebesar Rp 500.000,- Eriani menjajakan produknya ke sekitar kawasan Payakumbuh, Padang, Batu Sangkar dan daerah sekitarnya.

Perkembangan Datang Seiring Dengan Kegigihan

Berselang setahuan dari awal merintis bisnis, omset Rendang Erika mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dalam sehari, Rendang Erika membutuhkan 9 kilogram telur sebagai bahan baku. Peningkatan tersebut terus berlangsungdi tahun 2003 saat musim liburan dan hari raya.

Untuk menjaga kualitas dan membuat inovasi, di tahun 2004 Rendang Erika mulai meluncurkan beberapa produk baru seperti rendang runtiah, rendang paru dan rendang ubi yang diproduksi 3 kali seminggu. Inovasi yang tiada henti rupanya membawa peningkatan yang signifikan bagi Rendang Erika. Akhirnya pada tahun 2006, Rendang Erika menghentikan konsep pemasaran secara berkeliling dan memilih untuk fokus melayani pesanan yang mulai ramai berdatangan ke outlet rumah yang terletak di jalan Tan Malaka 4.
Pencapaian di Masa Kini

Sekarang Rendang Erika lebih memfokuskan target pemasaran ke daerah Riau. Hal tersebut bukan tanpa alasan, mengingat daya beli masyarakat yang cukup tinggi serta banyak penduduk Minang yang menjadi perantau di kawasan tersebut. Karena itu Rendang Erika optimis bisa mulai mengembangkan produknya hingga ke wilayah Riau.

Meski sempat mengalami kendala saat baru memulai bisnis, namun Rendang Erika tetap optimis hingga bisa memperbesar bisnis. Hingga tahun 2014 ini, proses operasional Rendang Erika dibantu oleh 12 karyawan operasional dan 7 orang yang bertindak sebagai agen penjualan.

Banyak sekali pencapaian yang diraih pemilik Rendang Erika dari kesuksesan #bisnis kuliner nya. Kesuksesan Rendang Erika telah membawa Eriani memiliki rumah pribadi yang nyaman, mobil serta aset berupa sawah. Walaupun telah meraih banyak hal dari Rendang Erika, wanita asal Padang ini tetap berupaya untuk mempertahankan kesuksesan Rendang Erika. Bahkan kini Rendang Erika memiliki varian produk yang cukup beragam serta menjalin kerjasama dengan sejumlah pebisnis produk kuliner lainnya seperti gelamai, beras rendang serta aneka kerupuk dan keripik.