Bisnis Kuliner Khas Sunda yang Go Internasional

By on May 2, 2015
Bisnis Kuliner Khas Sunda yang Go Internasional Reviewed by Ide Usaha on . This Is Article About Bisnis Kuliner Khas Sunda yang Go Internasional

Bisnis Kuliner Khas Sunda yang Go Internasional — Bisnis kuliner adalah peluang usaha yang seakan tidak ada matinya. Karena Keanekagaman Budaya di Indonesia, maka terciptalah suatu hidangan khas daerah yang di angkat sebagai peluang usaha. Tidak hanya menu dari kota atau luar negeri yang bisa bertahan dalam pasar bisnis kuliner. Ternyata, jika pandai mengemas dan […]

Rating: 4

Bisnis Kuliner Khas Sunda yang Go Internasional — Bisnis kuliner adalah peluang usaha yang seakan tidak ada matinya. Karena Keanekagaman Budaya di Indonesia, maka terciptalah suatu hidangan khas daerah yang di angkat sebagai peluang usaha. Tidak hanya menu dari kota atau luar negeri yang bisa bertahan dalam pasar bisnis kuliner. Ternyata, jika pandai mengemas dan mengolah sedemikian rupa, masakan dari kampung pun akan sangat spesial bagi lidah konsumen. Bahkan tak hanya di dalam negeri, masakan dari kampung juga sangat diminati oleh pasar luar negeri.

www.suksesbisnisusaha.com

www.suksesbisnisusaha.com

Bumbu Desa, demikian Restoran ini di beri nama. Sebuah restoran dengan nuansa kampung yang begitu kental, baik dari masakan, minuman maupun suasana dibangun dengan keadaan seperti kampung pada aslinya. Restoran yang didirikan oleh Arief Wangsadita ini selain sukses di dalam negeri juga berhasil menembus pasar internasional. Banyak gerai dan outlet yang tersebar di beberapa negara tetangga, bahkan tak hanya di Asia, kini Bumbu Desa mulai mengembangkan outletnya menuju Eropa dan Amerika.

Sejarah Awal Berdirinya Restoran Bumbu Desa

Restoran Bumbu Desa sebenarnya bukanlah resto pertama yang didirikan oleh Arief Wangsadita, pengusaha kuliner ini memiliki beberapa restoran dengan berbagai ciri khas. Bumbu Desa sendiri adalah sebuah restoran dengan membawa ciri khas nuansa Sunda yang kental. Mulai dari masakan, minuman bahkan sampai budaya dan tutur bahasa nya pun juga beraksen sunda.

Jadi di restoran Bumbu Desa tidak hanya menjual kuliner-nya saja, tapi budaya dan suasana desa yang kental dengan adat Sunda juga turut mendukung konsep resto ini. Arief Wangsadata sendiri sebenarnya tidak memiliki basic sebagai pengusaha resto, namun dia adalah seorang pebisnis perhotelan.

Awal mula pendirian resto ini menurut beliau adalah pendapat subyektif-nya tentang masakan Sunda yang bisa diterima di lidah orang Indonesia. Yang kedua adalah masakan khas Sunda belum begitu masif untuk dikomersilkan. Banyak memang masakan Sunda yang mudah disajikan, namun itu masih sebatas pada perumahan-perumahan saja.

Hal inilah yang membuatnya tergoda untuk mengambil peluang terhadap segmen kuliner khas Sunda. Market dari Bumbu Desa sendiri sbenarnya ditargetkan pada kelas menengah, namun seiring perkembangan yang pesat, market pun turut berkembang sampai dengan kalangan high class.

Menurut Arief Wangsadata, Bumbu Desa didirikan dari awal memang bertujuan untuk memberi apresiasi terhadap ahli masak dari desa. Menurutnya ahli masak dari desa yang dimotori ibu-ibu rumah tangga dan para pembantu tersebut sangat besar kontribusinya terhadap khazanah kuliner di Indonesia. Sehingga untuk urusan chef, Bumbu Desa mengandalkan tangan-tangan cekatan ibu rumah tangga dan pembantu untuk meracik bumbu.

Perkembangan Bumbu Desa

Perkembangan yang begitu pesat Bumbu Desa tak bisa dilepaskan dari strategi marketing yang diterapkannya. Arief Wangsadata selalu menegaskan pada karyawannya bahwasannya Bumbu Dapur adalah sebuah sekolah atau universitas bagi karyawan. Jadi Arief barharap jika nantinya ada salah satu karyawan yang sudah mempunyai kemampuan dan ingin keluar dari resto dan ingin mendirikan resto sendiri maka ia harus mempunyai jabatan yang lebih tinggi dari posisi ketika bekerja di Bumbu Desa. Bumbu Desa sendiri juga membuka franchise, namun dalam memilih partner juga dilakukan tidak sembarangan.

Menurut beliau semua resep yang dimiliki Bumbu Desa semuanya akan diberikan kepada para partner. Tidak ada rahasia atau sesuatu yang disimpan dari partner-nya. Arief Wangsadata berpatokan bahwa yang penting di sini bukan sekedar uang namun relationship yang kuat yang lebih penting.

Outlet Bumbu Desa yang Go Internasional

Dengan sistem waralaba yang dibangun oleh Bumbu Desa di dalam negeri sudah berdiri beberapa resto di beberapa kota besar seperti Surabaya, Jakarta, Bandung dan lain-lain. Tak berhenti di situ saja, ternyata Bumbu Desa juga mulai berekspansi ke luar negeri. Bumbu Desa kini membuka gerai di Singapura, Malaysia, dan tak ketinggalan juga Australia. Di Malaysia sendiri sudah ada enam gerai yang tersebar di beberapa kota besar.

Dengan semakin banyaknya permintaan dari luar negeri untuk pembukaan cabang Bumbu Desa, maka ke depannya Bumbu Desa berencana akan memasuki pasar Amerika dan Eropa. Permintaan gerai baru banyak datang dari London, Paris serta New York. Namun tak serta merta dituruti karena untuk membuka cabang di luar negeri harus melalui portofolio yang bagus juga Bumbu Desa tak mau main-main dalam membawa nama Indonesia di persaingan pasar manca negara.