Menjahit Untung Dari Tren Celana Jogger

By on April 15, 2015
Menjahit Untung Dari Tren Celana Jogger Reviewed by Usaha Sukses on . This Is Article About Menjahit Untung Dari Tren Celana Jogger

Menjahit Untung Dari Tren Celana Jogger – Tren produk fesyen terus berkembang. Tak terkecuali fesyen untuk kalangan pria. Nah, sekarang model celana jogger atau jogger pants yang sedang naik daun. Bentuknya seperti celana olahraga karena mengerucut di bagian bawah. Bila dilihat sekilas, jogger pants mirip dengan celana chino karena sama-sama memakai bahan bernama twill. Abraham […]

Rating: 5

Menjahit Untung Dari Tren Celana JoggerTren produk fesyen terus berkembang. Tak terkecuali fesyen untuk kalangan pria. Nah, sekarang model celana jogger atau jogger pants yang sedang naik daun.

Menjahit Untung Dari Tren Celana Jogger

Bentuknya seperti celana olahraga karena mengerucut di bagian bawah. Bila dilihat sekilas, jogger pants mirip dengan celana chino karena sama-sama memakai bahan bernama twill.

Abraham Nielsen, salah seorang produsen jogger pants asal Bandung mengatakan, celana ini mulai diminati sejak akhir tahun lalu. “Saya sendiri sudah berjualan sejak Maret 2014, tapi lonjakan konsumen terjadi di akhir tahun 2014,”

Sebelum booming, ia hanya memproduksi 300 celana setiap bulan. Belakangan, produksinya naik menjadi 800 pieces per bulan. Sistem penjualannya pre-order, sehingga konsumen harus memesan dan membayar dulu pesanan mereka. “Proses pengerjaannya satu minggu, jadi konsumen bisa mendapatkan barang setelah satu minggu membayar,” ujar Abraham.

Ia membanderol harga jogger pants Rp 130.000 untuk model stretch dan Rp 140.000 untuk yang tidak stretch. Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet sampai Rp 91 juta dengan keuntungan hampir 40%. Sebelum celana model ini ngetren, ia hanya mengantongi omzet Rp 39 juta per bulan.

Ada 25 varian warna yang ditawarkan, seperti hitam, merah, biru, kuning, putih, hijau, cokelat, dan lain-lain. Tidak ada merek untuk jogger pants buatannya. Biasanya pembeli yang memberi label buat dijual kembali. Dalam dua bulan sekali, ia bisa menerima pesanan dari brand atau merek tertentu. “Sekali pesan, jumlahnya sekitar 200 pieces sampai 500 pieces,” kata Abraham.

Ia hanya memasarkan produknya lewat toko online, seperti Kaskus dan sosial media Twitter. Pria yang memiliki rumah produksi di kawasan Bandung ini memperhatikan betul bahan-bahan yang dipakai dalam produksi jogger pantsnya.

Hal itu dilakukan agar kualitas produknya tidak menurun. Apalagi, menurutnya produsen jogger pants terus bermunculan. “Dari bahan dipilih yang kelasnya bagus, terus retsleting juga dipilih yang berkualitas. Itu kelebihan kami,” jelas Abraham.

Produsen jogger pants lainnya adalah Yudo. Pria asal Bandung ini juga mengalami lonjakan omzet di akhir tahun 2014 kemarin. Ia sendiri baru memproduksi jogger pants November 2014. “Saat itu belum banyak yang tahu model celana ini. Produksi hanya berjumlah puluhan,” katanya.

Seiring banyaknya peminat, kini ia memproduksi 200 pieces setiap bulan. Dengan harga jual Rp 130.000 per pieces, total omzetnya yang mengalir ke kantongnya sekitar Rp 20 juta per bulan. “Di awal produksi, yang laku tidak sampai 25 pieces dalam seminggu,” ujarnya.

Sampai saat ini, ia masih memanfaatkan toko online dan sosial media dalam memasarkan produk jogger pants-nya.