Inspirasi Bisnis Tanaman Hias Little Gardenia

By on June 22, 2015
Inspirasi Bisnis Tanaman Hias Little Gardenia Reviewed by Ide Usaha on . This Is Article About Inspirasi Bisnis Tanaman Hias Little Gardenia

Inspirasi Bisnis Tanaman Hias Little Gardenia — Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bisnis florikultura atau tanaman hias, karena Indonesia merupakan negara dengan kekayaan ragam alam dan hayati yang sangat berlimpah, Inilah hal yang juga menjadi perhatian dan latar belakang Raden Nanda memainkan bisnis tanaman hias. Dengan brand Little Gardenia yang dibukanya awal tahun 2014, […]

Rating: 4

Inspirasi Bisnis Tanaman Hias Little Gardenia — Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam bisnis florikultura atau tanaman hias, karena Indonesia merupakan negara dengan kekayaan ragam alam dan hayati yang sangat berlimpah, Inilah hal yang juga menjadi perhatian dan latar belakang Raden Nanda memainkan bisnis tanaman hias.

www.suksesbisnisusaha.com

www.suksesbisnisusaha.com

Dengan brand Little Gardenia yang dibukanya awal tahun 2014, pria yang sering dipanggil Nanda ini telah sukses meraup omzet sekitar Rp 10 juta serta  laba bersih mencapai 60% dari omzet setiap bulannya. Lalu seperti apakah usaha yang diawali ketertarikan Nanda saat mengikuti pelatihan tanaman hias ketika ia menjadi mahasiswa ini? Berikut ulasannya.

1. Awal Mula Usaha Little Gardenia

Dengan modal tabungan Rp 100.000 dan Rp 4 juta dari bantuan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (DIKTI) pada kegiatan mahasiswa, Nanda pun membeli wadah dari bahan kaca dan keramik, serta pasokan tanaman hias. Pada awal usahanya, tak dinyana produknya direspons pasar dengan sangat positif. Dalam sebulan saat itu, Nanda bisa membuat 1.500 buah terrarium berukuran kecil, 200 buah terrarium sedang, dan 100 buah terrarium besar. Produk terrarium “Little Gardenia” sendiri dijual dengan kisaran harga Rp 40.000 – Rp 300.000 per buah, tergantung ukuran wadah.

Dalam memenuhi kebutuhan akan bahan bakunya, Nanda lebih memilih tanaman hias dari negeri sendiri. Dengan melakukan bentuk kemitraan, Nanda membina para petani untuk menghasilkan tanaman hias berkualitas tinggi. Dari hasil tanaman dari petani tersebutlah, Nanda membeli dan menjadikannya sebagai bahan baku pembuatan terrarium.

2. Menggunakan Teknik Terrarium

Dalam menjalankan bisnis tanaman hias ini, Nanda mengandalkan teknik terrarium atau kreasi tanaman hias dalam wadah. Terrarium yang dikembangkan Nanda sendiri dipilih yang terbaik. Selain untuk menjaga kualitas produk, penggunaan teknik terrarium dimaksudkan Nanda untuk memasyarakatkan tanaman hias sebagai hal yang dicintai banyak orang.

www.suksesbisnisusaha.com

www.suksesbisnisusaha.com

Pria kelahiran Sukabumi ini pun kemudian membuat miniatur kebun dalam wadah untuk memudahkan masyarakat memelihara tanaman hias.

3. Ciptakan Taman Vertikal Mini

Setelah sukses dengan terrarium, Nanda kini telah menciptakan kreasi terbarunya yaitu taman vertikal mini. Produk “Little Gardenia” yang muncul karena tingginya permintaan pasar ini memiliki keunikan karena bisa dibongkar pasang (knock doen). Namun berbeda dengan produk terrarium, taman vertikal mini ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena rata-rata tembok yang dipasangi taman juga luas. Perbedaan lainnya adalah usaha taman vertikal ini bersifat B2B alias business to business dengan harga yang cukup mahal.

Dengan tiga desain taman vertikal yang dibuat dengan instalasi kayu pinus, kayu mahoni, dan pipa baja ringan, Nanda mematok harga produk taman vertikal mini “Little Gardenia” berkisar antara Rp 800.000 –Rp 1,2 juta per paket. Pilihan tanamannya sendiri adalah tanaman hias dan tanaman rempah.

Untuk produk taman vertikal yang tergolong masih baru di Indonesia ini, Nanda mengaku bahwa ia bisa menerima sekitar 10 order pembuatan taman vertikal mini per bulannya. Dalam usaha taman vertikal mini ini Nanda memberikan garansi satu tahun untuk instalasi kayu dan dua minggu untuk tanaman, bila ada kasus kerusakan.

4. Pemasaran Little Gardenia

Untuk pemasaran produk Little Gardenia, Nanda sangat rajin untuk berpromosi. Selain melalui website, ia juga memasarkan produknya lewat media sosial seperti Instagram dan Twitter. Nanda memang mau tak mau harus gencar berpromosi karena tanpa itu usaha yang tergolong masih baru ini akan sepi order.

Selain tergolong bisnis baru, produk Little Gardenia bukanlah tergolong kebutuhan pokok. Tidak ada keharusan untuk membeli tanaman hias. Maka dari itulah, Nanda harus memasarkan produknya dengan matang. Salah satu cara unik yang digunakan Nanda dalam mengembangkan bisnisnya adalah dengan cara mengedukasi pasar terlebih dahulu guna mengubah cara pandang masyarakat terhadap tanaman hias.

5. Tingkat Persaingan Usaha dan Penghargaan

Meski tergolong baru, menurut Nanda, persaingan usaha tanaman hias ini sudah cukup kuat. Beberapa pemain malah ada yang menjual terrarium di atas harga Rp 1 juta per buah. Beberapa diantara mereka pun ada yang memesan bunga dari negeri Eropa. Dari berbagai produk “Little Gardenia” yang telah dihasilkan, selain menghasilkan pundi-pundi rupiah, Nanda pun telah memperoleh penghargaan Shell LiveWire Business Start-up Awards di tahun 2014.