Bisnis Kreasi Kerajinan Gerabah Kasongan

By on December 30, 2014
Bisnis Kreasi Kerajinan Gerabah Kasongan Reviewed by Usaha Baru on . This Is Article About Bisnis Kreasi Kerajinan Gerabah Kasongan

Bisnis Kreasi Kerajinan Gerabah Kasongan — Kasongan merupakan sentra industri kerajinan gerabah paling populer di Yogyakarta. Sebagai daerah industri potensial, hampir sebagian besar warganya menggantungkan hidup dengan memproduksi kerajinan gerabah. Maka tidak heran jika wilayah yang sejak dulu dikenal sebagai pemukiman para kundi (pembuat kendi, kuali, dll) tersebut menjadi salah satu tujuan wisata unggulan yang […]

Rating: 4

Bisnis Kreasi Kerajinan Gerabah Kasongan — Kasongan merupakan sentra industri kerajinan gerabah paling populer di Yogyakarta. Sebagai daerah industri potensial, hampir sebagian besar warganya menggantungkan hidup dengan memproduksi kerajinan gerabah. Maka tidak heran jika wilayah yang sejak dulu dikenal sebagai pemukiman para kundi (pembuat kendi, kuali, dll) tersebut menjadi salah satu tujuan wisata unggulan yang mampu menyedot para wisatawan domestik dan mancanegara.

Bisnis Kreasi Kerajinan Gerabah Kasongan

Latar Belakang Menjalankan Bisnis Kerajinan
Hampir di setiap sudut wilayah Kasongan dijumpai para pengrajin gerabah dengan berbagai macam kreasi produknya, seperti perabot rumah tangga, accessories, souvenir, dll. Jalan-jalan di sepanjang wilayah Kasongan pun dijejali galeri/ workshop dari para pengrajin sebagai ruang pajang atau ruang pamer kreasi-kreasinya. Jika tertarik untuk melihat langsung proses produksinya, para pengunjung bisa dengan mudah blusukan ke rumah-rumah para pengrajin yang berada di perkampungan wilayah Kasongan.
guci kreasi Faalih Nature Craft
Kerajinan Gerabah Yang Berpotensi Ekspor
Seperti yang belum lama ini tim liputan bisnisUKM lakukan, yakni blusukan dan menemui salah seorang pengrajin gerabah Kasongan yang pernah menerima penghargaan dari Departemen Perdagangan Republik Indonesia untuk kategori ‘Kerajinan Berpotensi Ekspor’. Adalah Bapak Narto, yang mampu mengembangkan kerajinan gerabah asli Kasongan dengan sentuhan inovasi modern.
“Saya mengembangkan usaha ini sejak tahun 2001 dengan nama Faalih Nature Craft, untuk kreasi yang kami produksi adalah kerajinan tangan dengan bahan baku tanah liat/ keramik,” kata Pak Narto di rumahnya. Tinggal di wilayah yang memang dikenal sebagai sentranya industri gerabah membuat Pak Narto berkesempatan untuk menggali ilmu serta mengembangkan sebuah usaha berbasis kerajinan tanah liat.
Proses Produksi Guci‘Kepuasan konsumen adalah kepuasan kami juga’ menjadi motto yang diusung Pak Narto dalam mengembangkan Faalih Nature Craft. Beliau sadar dengan hampir semua warga Kasongan menggeluti bidang sejenis maka pelayanan atau service menjadi point utama kunci sukses usahanya. “Untuk mendapatkan kepuasan konsumen maka kami senantiasa mengutamakan pelayanan maksimal, seperti disiplin waktu produksi, serta kualitas barang terbaik,” imbuhnya.
Sementara untuk mengenalkan produknya kepada masyarakat, Pak Narto menyiapkan catalog yang menginformasikan seluruh kreasi produknya. “Kami sangat terbuka bagi para konsumen untuk sharing terkait produk yang diinginkan, justru dengan saling berkomunikasi, maka seperti apa dan bagaimana produk yang mereka inginkan bisa dengan mudah kami aplikasikan,” terang Pak Narto.
Info Produk Faalih Nature Craft
Guci Khas KasonganFaalih Nature Craft mengembangkan kerajinan untuk accessories rumah (home pottery decoration), seperti meja kusris, guci/ vase/ pot, tempat payung, lampu, souvenir, dll. “Yang kemudian menjadi ciri khas produk kami adalah pewarnaan motif serat kayu, garis-garis horizontal/ vertical dengan gradasi warna cokelat kombinasi gelap dan terang,” jelasnya. motif itu pulalah yang mengantarkan Pak Narto meraih penghargaan dalam kategori Kerajinan Berpotensi Ekspor ‘Prima Kriyatama’ tahun 2007.
“Sejak adanya penghargaan itu, produk kami mulai dilirik buyers dari dalam maupun luar negeri, seperti Jambi, Riau, Lampung, Jakarta, Surabaya, serta Malaysia, Italia, Chile, dan Australia,” tambahnya. Bahkan untuk menunjang pasar luar negeri, saat ini Pak Narto membekali timnya dengan penguasaan bahasa Inggris dan IT sebagai sarana promosi dan komunikasi dengan pembeli.