Kenapa Usaha Advertising Selalu Memberikan Diskon

0
12

Kenapa Usaha Advertising Selalu Memberikan Diskon  − Kira-kira satu bulan lalu (ya, sudah kepikiran dari lama tapi baru ada waktu untuk nulisnya sekarang) saya sedang berjalan-jalan di Centro. Saya hendak membeli beberapa baju baru untuk nambah stok baju yang layak pakai (<- anaknya malas beli baju). Budget yang saya siapkan kira-kira sekitar 300-350 ribu untuk beli 2 baju.Oke, selama kira-kira 45 menit saya tawaf sekali mengelilingi Centro untuk melihat-lihat dulu baju mana yang mau saya beli. Setelah mendapatkan 3-4 “kandidat” baju untuk dipilih berdasarkan tampak luar dan lihat price-tag-nya, saya menimbang kembali mana yang akan dibeli.

Kenapa Usaha Advertising Selalu Memberikan Diskon1
www.suksesbisnisusaha.com

Oke, saya sudah mendapatkan satu baju yang benar-benar yang saya inginkan, sebut saja merek-nya “X”. Nah, ada satu baju lainnya yang saya suka, sebut saja mereknya “H”. Nah, kebetulan, merek H ini lagi promo :Beli 1 gratis 1. Satu baju harganya Rp 290.000. Baju saya yang pertama harganya sekitar 170.000, menyisakan budget sekitar 130.000-180.000 untuk baju kedua.  Tentu, kalau saya belum menetapkan pilihan baju saya ke merek X, saya akan beli baju merek H ini dan dapat gratis satunya. Masalahnya, saya benar-benar suka dengan baju merek X, sementara baju merek H ini cuma satu yang bagus dan kalau ambil promo ini saya over-budget (I hate it).

Walhasil karena bingung, saya coba tengok-tengok lagi ke toko luar Centro, ternyata baju merek “H” ini buka toko sendiri. Saya coba untuk masuk dan lihat-lihat baju didalamnya, kebetulan ada papan diskon. Betapa kagetnya saya ketika masuk kedalam, menemukan baju dengan motif yang sama dengan yang ada di Centro, namun dengan penawaran yang berbeda : Diskon 50%. Otak ekonomi saya langsung bekerja:

Skenario 1: Oke, kalau saya beli baju “H” ini di Centro, saya harus bayar 290.000 untuk dua baju, dan saya gak bisa beli baju merek X yang saya inginkan.

Skenario 2 : Saya beli baju H ini di toko resmi H, dengan harga Cuma 145,000 (diskon 50% dari harga 290,000), dan saya bisa mendapatkan baju “X” yang inginkan dengan harga Rp.180.000 tanpa melebihi budget.

Tentu skenario 2 yang saya pilih. Setelah saya beli baju “H” itu di toko resminya, saya masuk lagi ke Centro untuk beli baju “X”. Done! Dalamsetting pasar normal, ternyata kondisi arbitrage bisa terjadi yah.

How can We Fix This Situation?Yah, saya gak nulis ini buat cerita beli baju, namun pengen bisa kasih masukan gimana bisa memberikan setting pemberian diskon apabila anda punya dua toko yang menjajakan produk yang sama di tempat yang tidak berjauhan.Dua strategi ini secara umum menghasilkan hasil yang sama sebenarnya. Harga asli baju Rp 290.000. Yang satu kasih diskon 50% per baju, yang satu kasih penawaran beli satu gratis satu. Namun ada yang perlu kita perhatikan, bahwa konsumen tidak membeli hanya produk itu saja, ada banyak tawaran lainnya (saya lupa dalam perspektif Behavioral Economics ini disebut sebagai apa).

Kenapa Usaha Advertising Selalu Memberikan Diskon 3
dengan diskon orang akan tertarik

Menurut saya, pemberian promo tersebut harusnya dibalik, Centro-lah yang harusnya memberikan Diskon 50%, dan toko “H” yang berikan promo Beli 1 Gratis 1. Kenapa? Pertama mari kita lihat setting situasi Centro. Centro menjajakan apparel berbagai macam merek, dan pelanggan yang masuk di Centro tentu bebas memilih satu merek ke merek lainnya dan mungkin berharap bisa membeli beberapa kombinasi jenis produk. Nah, dalam kondisi saya, karena saya menyukai merek “X” saya jadi tidak tertarik dengan tawaran beli 1 gratis 1, simply karena hanya satu baju merek “H” saja yang saya sukai. Dalam setting Centro yang memungkinkan orang pindah ke merek lainnya, harusnya ia memberikan diskon 50%. Jadi pelanggan saya yang sudah membeli produk merek “X” tetap bisa membeli produk merek “H” sesuai budget.

Kebalikannya untuk toko resmi “H”, tawarannya harusnya beli 1 gratis 1. Asumsi saya, bahwa ketika masuk ke dalam toko “H”, secara spesifik orang akan membeli barang-barang dari produk “H” tanpa melirik merek lainnya. Karena itu, ia bisa langsung membundle penjualan 1 produk dengan produk lainnya dengan harga 290,000 (yang tadi ditawarkan Centro).

Nah bagaimana strategi ini menguntungkan merek “H”?. Apabila ternyata saya dari Centro tidak ke outlet resmi “H” tentu saya benar-benar tidak akan beli produk “H” karena over-budget. Nah, dengan strategi yang saya jelaskan tadi, tanpa pergi ke toko resmi “H” pun saya bisa beli baju merek “H”. Dan bila saya penggemar merek “H”, saya langsung ke toko “H”, dan mendapatkan tawaran 1 gratis 1 yang sesuai budget saya, tentu saya akan dengan senang hati mengambil tawaran tersebut.

Sekian keisengan ini. SIapa tau bermanfaat buat yang pebisnis, hehehe.