Jasa cetak undangan kebanjiran order pada musim pernikahan

By on December 9, 2014
Jasa cetak undangan kebanjiran order pada musim pernikahan Reviewed by suksesbisnisusaha on . This Is Article About Jasa cetak undangan kebanjiran order pada musim pernikahan

Jasa cetak undangan kebanjiran order pada musim pernikahan — Menjelang akhir tahun seperti sekarang biasanya ramai undangan pernikahan. Masyarakat muslim mengganggap selepas bulan Haji adalah waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Itulah sebabnya di akhir tahun kerap disebut musim nikah. Tentu saja pebisnis yang berkaitan dengan pernikahan, sebut saja seperti jasa percetakan meraup untung berlipat pada […]

Rating: 5

Jasa cetak undangan kebanjiran order pada musim pernikahan — Menjelang akhir tahun seperti sekarang biasanya ramai undangan pernikahan. Masyarakat muslim mengganggap selepas bulan Haji adalah waktu yang baik untuk melangsungkan pernikahan. Itulah sebabnya di akhir tahun kerap disebut musim nikah.

Tentu saja pebisnis yang berkaitan dengan pernikahan, sebut saja seperti jasa percetakan meraup untung berlipat pada momen-momen seperti ini. Sebab banyak order cetak undangan pernikahan yang berdatangan. Jika sudah begini, omzet pelaku usaha bisa mencapai dua kali lipat dari biasanya.

Bisnis percetakan undangan

Bisnis percetakan undangan

Hari Supriyatno, misalnya, dia mengaku bisa meraup omzet hingga mencapai Rp 30 juta−Rp 50 juta per bulan di musim nikah seperti sekarang. Padahal pada bulan-bulan biasanya, omzetnya hanya sekitar Rp 5 juta sampai Rp 10 juta per bulan.

Dia menawarkan jasa cetak undangan pernikahan lewat toko online undanganpengantin.com sejak lima tahun silam. Lantaran berjualan lewat internet, jangkauan pasarnya cukup luas. Tidak hanya mendapat pesanan dari Jakarta, dia juga bisa mendapat pesanan dari Aceh, Padang, Kalimantan, Sulawesi, bahkan hingga Jayapura.

Kisaran harga cetak undangan yang ditawarkan berkisar Rp 6.000−Rp 10.000 per lembar. Namun tidak menutup kemungkinan dia menerima pesanan undangan dengan harga lebih mahal. “Ada yang memesan undangan dengan konsep khusus menggunakan kotak, saya hargai Rp 80.000 per buah,” kata dia.

Menurut Hari, model undangan hard cover lebih diminati konsumen. Agar tidak pasaran, umumnya calon mempelai membawa konsep desain sendiri yang mereka anggap unik ke tempat usahanya yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat.

Pebisnis percetakan lainnya yaitu Muhammad Iqbal juga merasakan berkah berlimpah di musim nikah tahun ini. Dia bisa mendapatkan pesanan hingga 10 undangan per bulan. “Ini meningkat dua kali lipat dari rata-rata pesanan yang datang di luar musim nikah,” ujar Iqbal.

Untuk undangan jenis hard cover dan soft cover dia banderol sekitar Rp 7.000-Rp 11.000 per lembar. Agar jasanya yang bernama Undangan Pro makin dilirik oleh konsumen, Iqbal memberikan potongan harga khusus jika jumlah pembelian lebih dari 500 lembar.

Berbekal promosi lewat mulut ke mulut dan internet, konsumen yang datang berasal dari berbagai tempat, bahkan hingga luar negeri, yaitu Australia. “Walaupun yang memesan dari Jakarta, tapi undangannya dia edarkan di Australia,” ujar Iqbal.

Selain memiliki tempat usaha di Bogor, Iqbal juga membuka toko online bernama undanganpro.com. Ke depannya Iqbal berencana untuk mengembangkan bisnisnya lewat kemitraan usaha. Namun, sistemnya kini masih di uji coba. “Jika sudah siap, konsep kemitraan ini akan segera dijalankan,” kata Iqbal