Peternak Ayam Broiler yang Sukses

By on March 12, 2015
Peternak Ayam Broiler yang Sukses Reviewed by usaha mandiri on . This Is Article About Peternak Ayam Broiler yang Sukses

Peternak Ayam Broiler yang Sukses − Ada sedikit pengalaman yang ingin saya bagikan kepada teman-teman peternak ayam broiler. Berawal dari kekhawatiran akan kualitas sapronak yang menurun terhitung mulai bulan September 2012 hingga sekarang yang menyebabkan produksi juga ikut menurun, padahal harga sapronak terus naik. Berbagai cara saya lakukan, antara lain: meningkatkan manajemen, mencari pakan alternatif, memberikan […]

Rating: 5

Peternak Ayam Broiler yang Sukses − Ada sedikit pengalaman yang ingin saya bagikan kepada teman-teman peternak ayam broiler. Berawal dari kekhawatiran akan kualitas sapronak yang menurun terhitung mulai bulan September 2012 hingga sekarang yang menyebabkan produksi juga ikut menurun, padahal harga sapronak terus naik. Berbagai cara saya lakukan, antara lain: meningkatkan manajemen, mencari pakan alternatif, memberikan obat untuk meningkatkan performans, melakukan program pemberian pakan, tetapi hasilnya tidak ada, malah menambah ongkos produksi.

Perkenalkan nama saya Agus Suhendar, peternak ayam Broiler asal Bogor, tepatnya Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Melalui Dokter Unggas, saya disarankan untuk mencoba menggunakan suatu produk yang bisa memaksimalkan pertumbuhan. Satu buah jerigen ukuran 5 liter tanpa label atau merek datang ke rumah saya melalui Dakota Cargo. Sang pemilik produk SMS saya agar saya mencoba untuk ayam 1.000 ekor saja dengan dosis 1 sendok makan untuk 4 liter air.

Awalnya saya ragu, soalnya saya pernah menggunakan produk probiotik untuk meningkatkan performans ayam broiler saya, hasilnya biasa saja. Maka dari itu saya hanya menggunakan produk ini untuk ayam 1.000 ekor sesuai petunjuk, padahal dalam satu kandang terdapat 8.000 ekor ayam.

Produk ini saya gunakan mulai umur 5 hari, 5-6 jam sehari, waktu pemberian sore hari. Umur 7 hari belum terlihat reaksi dari produk ini untuk pertumbuhan, hanya terlihat dari kotoran yang lebih kering, padahal di minggu pertama saya gunakan pakan dengan kandungan protein tinggi. Umur 14 hari mulai terlihat, bobot ayam mencapai 500 gram dengan FCR 1,097 (hati saya mulai tergerak…sepertinya bagus produk ini), padahal pada ayam yang tidak menggunakan produk ini bobotnya hanya mencapai 460 gram.

Kayakinan saya akan produk ini mulai meningkat setelah saya melakukan penimbangan pada umur 21 hari, bobot 920 gram dengan FCR 1,304. Dengan hasil yang diperoleh di minggu ketiga ini, saya sampaikan kepada tim dokter unggas pada saat ayam saya berumur 23 hari beliau jauh-jauh dari Jawa Timur datang ke tempat saya. Beliau melakukan pengecekan mulai dari kotoran, sekam bahkan melakukan penimbangan sendiri. Lalu beliau memberikan satu lembar kertas label dengan tulisan ‘Zipromax‘. Ternyata produk Zipromax lah yang bisa bikin ayam saya sehat, tumbuh dengan cepat, berbeda dengan ayam yang menggunakan produk lain

Dengan keyakinan penuh tanpa sepengetahuan Tim dokter unggas sepulangnya dari Bogor, saya langsung menginstruksikan pekerja kandang agar memberikan sisa Zipromax untuk seluruh ayam yang saya pelihara, dan hasilnya ‘LUAR BIASA’.
Pada umur 26-28 hari ayam saya panen, dengan rata-rata bobot 1,44 kg dan FCR 1,479. Hasil yang sangat menggembirakan!

Periode depan bukan 1.000 atau 8.000 ekor yang akan menggunakan produk Zipromax, tapi 14.000 ekor dalam 2 kandang yang akan menggunakan Zipromax.