Tips Memilih Asuransi Kesehatan

By on April 13, 2015
Tips Memilih Asuransi Kesehatan Reviewed by Usaha Sukses on . This Is Article About Tips Memilih Asuransi Kesehatan

Tips Memilih Asuransi Kesehatan – Berulang kali mendapat telepon dari tenaga pemasar sebuah perusahaan asuransi membuat Rizal Suhaili, karyawan swasta di Jakarta Selatan, jadi sedikit kepikiran. “Tawaran produk asuransi kesehatan mereka sepertinya menarik karena preminya sangat murah,” ujar Rizal beberapa waktu lalu. Selidik punya selidik, produk yang ditawarkan kepada Rizal adalah asuransi kesehatan bersistem tunjangan […]

Rating: 4

Tips Memilih Asuransi KesehatanBerulang kali mendapat telepon dari tenaga pemasar sebuah perusahaan asuransi membuat Rizal Suhaili, karyawan swasta di Jakarta Selatan, jadi sedikit kepikiran. “Tawaran produk asuransi kesehatan mereka sepertinya menarik karena preminya sangat murah,” ujar Rizal beberapa waktu lalu.

Tips Memilih Asuransi Kesehatan

Selidik punya selidik, produk yang ditawarkan kepada Rizal adalah asuransi kesehatan bersistem tunjangan alias hospital cash plan. Belakangan, perusahaan asuransi memang getol menawarkan jenis asuransi berpremi mikro ini. “Jadi, katanya kalau sakit rawat inap nanti mendapat santunan sekian ratus ribu per hari,” cerita Rizal.

Rizal sejatinya sudah memiliki asuransi kesehatan. Namun, dia merasa manfaat rawat inapnya masih belum optimal. Nah, perlu atau tidak bagi Rizal membeli asuransi baru tentu harus melalui pertimbangan matang.

Diana Sandjaja, perencana keuangan Tatadana Consulting, berujar, produk asuransi kesehatan pada prinsipnya ada dua jenis. Pertama, sistem hospital benefit. Sistem asuransi kesehatan ini memberi manfaat sesuai plan yang kita pilih.

Setiap plan ada perincian manfaat yang ditanggung, mulai dari manfaat rawat inap, biaya dokter, biaya obat, biaya laboratorium, dan seterusnya. Sistem klaim biasanya cashless alias non-reimbursement.

Namun, kendati Anda punya banyak produk asuransi kesehatan yang berbeda-beda, sistem ini hanya membayar sesuai kuitansi yang dibayarkan nasabah dengan pembagian beban antar perusahaan asuransi.

Kedua, sistem hospital cash plan. Produk ini memberi manfaat penggantian biaya sesuai dengan jumlah hari perawatan di rumahsakit atau setiap tindakan. Besar penggantian sudah disepakati di awal kontrak.

Misal, Anda membeli produk cash plan dengan besar santunan Rp 1 juta per hari. Ketika terjadi rawat inap selama 10 hari, Anda akan mendapatkan santunan Rp 10 juta. Tidak peduli meski total biaya rawat inap Anda hanya Rp 6 juta atau Rp 50 juta. “Sistem ini tidak memperhitungkan total biaya rawat inap,” kata Diana.

Hingga saat ini, kebanyakan metode klaim produk asuransi kesehatan cash plan adalah reimbursment. Yang menarik, santunan akan tetap dibayarkan oleh perusahaan asuransi kendati biaya rawat inap Anda telah dibayarkan oleh asuransi lain. Pasalnya, klaim cash plan biasanya hanya mensyaratkan fotokopi kuitansi pembayaran biaya rumahsakit.

Asuransi berskema cash plan bukan cuma untuk risiko kesehatan. Di pasar ada juga tawaran-tawaran produk-produk asuransi berskema cash plan yang mengkaver risiko kecelakaan hingga penyakit kritis.

Pengganti penghasilan

Asuransi kesehatan berjenis cash plan, menurut para perencana keuangan, cocok sebagai pelengkap asuransi kesehatan yang sudah Anda miliki. Misalnya, dari pemberi kerja, Anda sudah difasilitasi asuransi kesehatan dengan limit tertentu. “Hospital cash plan bisa Anda manfaatkan untuk berjaga-jaga apabila plafon biaya kesehatan dari kantor tidak mencukupi,” kata Budi Raharjo, perencana keuangan OneShildt Financial Planning.

Demikian juga ketika saat ini Anda telah menjadi peserta BPJS atau memiliki asuransi kesehatan berjenis hospital benefit. Tambahan dana dari cash plan bisa Anda gunakan untuk melengkapi kebutuhan biaya. Contohnya, untuk biaya naik kelas rawat inap, tambahan biaya operasi, biaya rawat jalan, dan sebagainya.

Kedua, asuransi kesehatan cash plan bisa sebagai pengganti penghasilan Anda yang berkurang selama Anda dirawat di rumahsakit. Ini terutama bagi Anda yang berprofesi sebagai wiraswasta, pedagang, atau profesional. “Cocok bagi mereka yang pendapatannya ikut terhenti ketika jatuh sakit,” imbuh Budi.

Lantas, apa saja yang perlu kita perhatikan sebelum membeli produk asuransi kesehatan berjenis hospital cash plan? Simak advis para perencana keuangan sebagai berikut:

Sesuai kebutuhan

Asuransi kesehatan bersistem cash plan hanya cocok sebagai asuransi sekunder. Dus, sebelum membeli, hitung dulu kebutuhan Anda. Misal, inflasi biaya rumahsakit menyebabkan kelas rawat inap yang nyaman bagi Anda saat ini naik menjadi Rp 2 juta per hari.

Sedangkan asuransi kesehatan yang sudah Anda miliki sekarang hanya memberi manfaat rawat inap Rp 1 juta per hari. Dengan demikian, Anda cukup membeli cash plan dengan santunan Rp 1 juta per hari.

Contohnya, Cigna Hospital Life berpremi Rp 152.000 per bulan, Produk itu memberi manfaat santunan rawat inap Rp 1 juta per hari selama maksimal 60 hari. Juga, santunan tindakan pembedahan Rp 10 juta per satu tindakan operasi.

Ada pula produk dari Allianz Indonesia bernama Smart Maxi Health Violet. Produk ini memberi santunan hingga Rp 1 juta per hari, tergantung dari plan yang dipilih. Namun, fitur cash plan dari produk tersebut bersifat riders atau tambahan. “Nasabah harus membeli produk dasar manfaat rawat inap terlebih dulu kalau mau ambil cash plan-nya,” ujar Ambarwati, petugas layanan konsumen PT Asuransi Allianz Life Indonesia.

Besar anggaran

Dalam perspektif perencanaan keuangan yang sehat, biaya asuransi yang ideal maksimal memakan 10% dari penghasilan kita dalam satu bulan. Apabila lebih dari itu, dikhawatirkan arus kas kita bisa terganggu.

Karena itu, selain faktor kebutuhan, membeli asuransi juga harus kita sesuaikan dengan kemampuan anggaran. Di pasar, saat ini, banyak ragam produk cash plan berpremi mikro. Sebut saja, Dana Kesehatanku dari Allianz Indonesia, Pru Hospital Care dari Prudential.

Lalu, ada juga Asuransi KKM dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), AIG Asuransi Mikro, dan sebagainya. Premi produk mikro rata-rata di bawah Rp 500.000 per tahun. Bahkan, ada yang cuma Rp 100.000 per tahun.

Namun, manfaatnya juga mikro. Santunan rawat inapnya rata-rata di bawah Rp 500.000 per hari. Persyaratan asuransi jenis inipun mudah, bahkan ada yang produk yang aktivasinya hanya melalui short message service (SMS).

Menurut Freddy Pieloor, perencana keuangan MoneynLove Financial Consulting, besar premi sedikit banyak menentukan besar manfaat asuransi yang kita beli. Asuransi mikro preminya memang terjangkau. Tak heran, manfaatnya pun terbatas. “Asuransi mikro ini menyasar kalangan bawah yang selama ini belum akrab dengan produk asuransi,” kata dia.

Menarikkah untuk dimanfaatkan oleh kelas menengah? Lagi-lagi Anda harus ingat, sesuaikan dengan kebutuhan manfaat yang Anda cari. Premi murah belum tentu mencukupi manfaat asuransi yang Anda butuhkan. “Asuransi mikro manfaatnya terbatas. Kalau Anda mampu beli yang manfaatnya lengkap, membeli yang mikro nanti malah mubazir,” tandas Freddy.

Kemudahan klaim

Kebanyakan asuransi kesehatan bersistem cash plan atau santunan harian membayarkan manfaat kepada nasabahnya melalui skema reimbursement. Alhasil, nasabah harus mengeluarkan uang dulu untuk biaya rumahsakit, sebelum nanti mendapatkan penggantian dari perusahaan asuransi.

Jadi, jangan malas meriset rekam jejak asuransi dengan sistem klaim yang mudah. Rata-rata proses klaim memakan waktu maksimal 14 hari kerja. “Pilih perusahaan asuransi yang terkemuka agar klaimnya tidak susah,” imbuh Budi.

O, iya, pastikan Anda mengklaim asuransi sesuai manfaat yang Anda beli. Asuransi kesehatan rata-rata hanya memberi manfaat untuk rawat inap akibat risiko penyakit.

Jika Anda dirawat sakit akibat kecelakaan, maka asuransi kesehatan mustahil mau menanggung biaya Anda. “Nasabah asuransi di sini banyak yang malas membaca isi polis. Padahal, itu hal yang wajib kita lakukan sebelum membeli asuransi,” kata Freddy.

Nah, sekarang, giliran Anda menimbang dan memilih.